Bujuk Oloan, Tempat Pilihan Masyarakat Dusun Ponggul Gelar Ritual Nazar

Bujuk Oloan, Tempat Pilihan Masyarakat Dusun Ponggul Gelar Ritual Nazar
Doa Bersama: Tokoh sesepuh Dusun Ponggul Desa Aengdake berdoa bersama warga sekitar demi dikabulkannya permohonan Ahmad sebagai shahibul hajat (Foto/Mazdon - Sinergi Madura)

Sumenep, Sinergi Madura - Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur memiliki ragam kekayaan adat, budaya, dan tradisi yang mejadikannya berbeda dengan kabupaten lain di Madura. Kekayaan budaya dengan corak khas ritual keagamaan yang satu ini hingga sekarang masih tetap dilestarikan.

Adalah Dusun Ponggul, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, setiap kali memiliki hajat istimewa, warga dusun ini senantiasa bernazar yang kemudian diikuti dengan kegiatan ritual keagamaan di sebuah makam keramat.

Ritual ini dilangsungkan dengan cara membaca kalimat tauhid, atau bertahlil dan membaca doa bersama di 'Bujuk Oloan'; sebuah pesarean yang dikeramatkan oleh masyarakat desa setempat.

"Dulu saya bernazar, kalau istri melahirkan anak kedua saya dengan selamat dan lancar, maka saya akan melaksanakan syukuran di makam 'Bujuk Oloan' dan Alhamdulillah anak Saya lahir dengan selamat dan sekarang udah umur 7 bulan", ujar Ahmad kepada Sinergi Madura usai mengaji, bertahlil, dan berdoa bersama di emperan congkop Bujuk Oloan, Minggu (12/4/2020) siang.

Menurutnya, oleh masyarakat sekitar tempat dia tinggal, 'Bujuk Oloan' sejauh ini masih dijadikan tempat terbaik untuk memohon kepada Yang Mahaesa agar hajat mereka terpenuhi.

"Bukan percaya pada siapa yang telah wafat di dalam bujuk, melainkan karena tempat ini jauh dari kemaksiatan. Isnya Allah, berdoa di tempat yang sepi dan suci, doanya akan lekas maqbul," ucapnya.

Di dalam congkop pesarean Bujuk Oloan ini terdapat seorang juru kunci yang selalu sedia memimpin ritual setiap kali ada orang yang hendak melaksanakan ritual hajatan (nazar).

Makam 'Bojuk Oloan' ini berada di sebelah selatan pemukiman warga. Di sana terdapat sebuah gubuk kecil (congkop) yang di dalamnya terdapat dua makam nan berbalut kain putih (kafan). Di plakatnya tertera nama 'Bujuk Oloan'.


Penulis: Mazdon