Bupati Banyuwangi Pantau 28 Pemudik di GOR Tawang Alun 

Bupati Banyuwangi Pantau 28 Pemudik di GOR Tawang Alun 
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berbincang dengan Abdillah salah satu perantau yang datang dari Bali (Foto/Rendra, Sinergi Madura)
Bupati Banyuwangi Pantau 28 Pemudik di GOR Tawang Alun 

BANYUWANGI, SINERGI MADURA - Pemkab Banyuwangi memantau fasilitas ruang isolasi bagi perantau asal Banyuwangi yang mudik dari pulau Bali. Mereka difasilitasi ruang isolasi di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun. Hingga saat ini tercatat 28 orang memanfaatkan fasilitas tersebut, sejak dibuka pada Senin (4/5) kemarin.

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa pihaknya juga akan fokus mendata perantau dari Bali yang mulai berdatangan ke Banyuwangi.

 

“Kita fokus salah satunya dari Bali karena memang banyak perantau asal Banyuwangi yang bekerja di Bali. Mungkin pekerja bangunan fisik mereka sehat, akan tetapi tidak kita ketahui apakah mereka sehat atau OTG. Oleh karena itu, berbagai upaya kita siapkan,” jelasnya.  

 

Bupati Anas juga mengatakan bahwa hal ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencegah penularan virus Corona.

 

“Hal ini  merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mencegah penularan virus corona di Banyuwangi. Pihak Desa sudah menyiapkan rumah singgah. Sedangkan Pemkab menyiapkan GOR untuk mereka transit disini," kata Anas saat meninjau langsung perantau yang baru datang dari Bali, Kamis (7/5/2020).

 

“Jika mereka mau isolasi di sini, kita sudah siapkan dormytori yang sudah kita renovasi, siap AC layaknya sebuah Hotel," imbuhnya tegas. 

 

Meski Pemkab Banyuwangi telah menetapkan aturan bahwa pemudik yang dari Bali wajib menuju GOR lebih dulu, mereka ditawarkan untuk melakukan karantina di GOR, isolasi mandiri di rumah dan isolasi berbasis desa.

 

"Jika ingin ke desa, mereka dijemput tim desa. Mereka harus menandatangani surat perjanjian kesediaan melakukan isolasi. Jika melanggar, Satgas Desa akan membawa mereka kembali ke GOR untuk diisolasi," kata Anas.

 

Dalam kesempatan itu, Anas sempat berdialog dengan Abdillah, pemudik dari Bali yang hendak pulang ke keluarganya di Gintangan, Blimbingsari. Abdillah mengaku di Bali bekerja sebagai tukang di Ubud Bali.  Dirinya mengatakan pulang ke Banyuwangi karena di Bali sudah tidak ada pekerjaan lagi.

 

"Pulang ke Banyuwangi dulu karena sudah tidak ada pekerjaan, Bali sepi," ungkap Abdillah saat di temui di GOR Tawang Alun.

 

Mendengar hal ini, Bupati Anas langsung menginstruksikan ke jajarannya untuk memberikan  bantuan paket sembako bagi pemudik tersebut.

 

"Mereka ini pekerja keras. Lihat mereka ketika merantau membawa Magic Com, galon air, dan sebagainya,” ujar Anas memperhatikan barang bawaan pemudik.

 

“Tolong Bu Camat beri mereka bantuan paket sembako. Setiap pemudik di GOR yang memang kurang mampu tolong langsung diberikan paket sembako. Dan tolong koordinasikan dengan kecamatan tempat asal mereka untuk dimasukkan ke skema bantuan warga terdampak,” pintanya.

 

Sementara itu, pemudik lainnya yang berada di GOR Tawang Alun, Hadijah, warga Desa Tanaprejo, Kecamatan Muncar mengaku senang dengan adanya fasilitas tersebut.

 

“Tidak keberatan, begitu datang dari Bali langsung dibawa ke sini. Kami bisa beristirahat dulu, didata dan dicek kesehatan di GOR ini. Kami juga boleh pulang untuk isolasi di desa dengan perjanjian. Sehingga kami tidak dikucilkan masyarakat karena khawatir kami dikira membawa virus corona,” ungkap Hadijah.


Penulis: Rendra
Editor: Alan