Ini Tempat dan Daerah Zona Merah di Sumenep

Ini Tempat dan Daerah Zona Merah di Sumenep
Penyemprotan disinfektan di Jalan Imam Bonjol, Jumat malam 24 April 2020 (Foto/Contributor for Sinergi Madura)

SINERGI MADURA, SUMENEP - Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim menyebutkan sejumlah daerah yang saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Keris.


Beberapa tempat itu disebutkan saat konferensi pers di ruang Media Center Pencegahan dan Penangan Covid-19, tepatnya di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Sumenep, Jumat (24/4/2020) malam.


Untuk wilayah Kota, antara lain adalah komplek perumahan umum (Perum) Bumi Sumekar Asri (BSA) Desa Kolor, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moh. Anwar 
(RSUDMA) dan lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terletak di Jalan dr. Cipto, utamanya kantor Dinas Kesehatan. Kemudian kantor Kementerian Agama (Kemenag) yang terletak di Desa Pamolokan, dan selanjutnya adalah Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Saronggi.


"Lah, ini tentu saja Kota, Rubaru dan Saronggi menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sumenep," ungkapnya.

BACA JUGA: 

 

Bupati juga meminta agar di Kantor Kemenag setempat segera dilakukan penyemprotan disinfektan, termasuk semua pegawainya juga harus dilakukan pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh.


"Kami sudah barusan perintahkan minta tolong kepada kepala kemenag, minta tolong agar kantornya itu besok (25/4) sudah harus disemprot dan semua pegawainya harus ikut tes kesehatan," pesannya.


Busyro mengatakan, 4 orang warga Sumenep bersama 5 orang warga setempat lainnya dinyatakan terpapar Covid-19 saat mengikuti pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Rumah Sakit Sukolilo Surabaya, Jawa Timur pada 


Di waktu yang sama, Kepala Kemenag Sumenep, M Juhedi menyampaikan, secara keseluruhan dari yang semula berjumlah 9 orang, 5 orang diantaranya dilakukan rapid test dan hanya 4 orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kepala Kemenag Sumenep M Juhedi saat menceritakan kronologi terpaparnya salah seoranh pegawai kemenag saat konferensi pers, Jumat malam tanggal 24 April 2020 (Foto/Hayat - Sinergi Madura)
 

Tidak disebutkan siapa dan dari daerah mana 5 orang anggota pelatihan TKHI tersebut. Pelatihan tersebut, kata Juhedi, dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 18 Maret 2020 bulan kemarin.
 

Juhedi menceritakan, setelah datang dari pelatihan, satu orang dari yang terkonfirmasi tersebut langsung masuk kantor. "Saudara A itu masuk kantor, dan kami tidak mengetahui sama sekali hingga datang surat dari Kanwil untuk dites," ungkapnya.

 

Disampaikan bahwa hasil tes tersebut ternyata negatif. "Dan ada lagi surat yang memerintahkan agar dites lagi, (hasilnya tetap) negatif," imbuhnya tegas.

 

Baru kemudian diketahui berdasarkan hasil tes terakhir pada Jumat (24/4) sore, A ditetapkan positif Covid-19 bersama dengan 3 orang lainnya yang kesemuanya merupakan tenaga medis di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep.

 

Pihaknya telah memerintahkan kepada yang bersangkutan agar melakukan isolasi diri. "Dan saya meminta (kepada 4 orang tersebut, red) sesuai anjuran dari Kanwil untuk mengisolasi diri. Sekian saja, terima kasih," pungkasnya.

 

Tidak dijelaskan apakah yang bersangkutan patuh melakukan isolasi diri atau tidak.


 

Penulis: Hayat
Editor: Alan