Keliling Kampung, Cara Warga Ambunten Hadapi Pandemi Covid-19

Keliling Kampung, Cara Warga Ambunten Hadapi Pandemi Covid-19
Puluhan warga Dusun Salegading Desa Sogian Kacamatan Ambunten saat melakukan ritual keagamaan membaca doa burdah sambil keliling kampung (Foto/Hayat Sinergi Madura)
Keliling Kampung, Cara Warga Ambunten Hadapi Pandemi Covid-19
Keliling Kampung, Cara Warga Ambunten Hadapi Pandemi Covid-19

Sumenep, Sinergi Madura - Sejumlah daerah di Indonesia kini tengah menghadapi dan sekaligus memerangi pandemi Covid-19.

Kabar terakhir, sebagaimana dilansir dalam situs resmi Kementerian Kesehatan RI, www.kemkes.go.id, total kasus konfirmasi positif Covid-19 pada Senin (30/3) berjumlah 1.414 kasus di 31 Provinsi.

''Terjadi penambahan konfirmasi positif sebanyak 129 orang, total menjadi 1.414 kasus,'' ungkap Jubir Pemerintah untuk Covid-19, dr Achmad Yurianto, pada konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta Pusat, Senin (30/3/2020) kemarin.

Sedangkan untuk pasien sembuh bertambah sebanyak 11 orang. Sehingga, sebut Yuri, total PPD di Indonesia yang sudah dinyatakan sembuh ada 75 orang dan jumlah kematian sebanyak 122 orang.

''Saya mengingatkan sekali lagi, jaga jarak jangan berdekatan, hindari tempat berkumpul padat, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat,'' pesannya.

Disampaikan, Pemerintah RI telah menyediakan alat pelindung diri (APD) sebanyak 191.666 set terdistribusi ke seluruh provinsi serta rumah sakit (RS) yang membutuhkan. APD lainnya, masker bedah sebanyak 12.272500, masker N95 sebanyak 133.640, dan rapid test sebanyak 425000. Semua APD tersebut sudah terdistribusikan.

Di tingkatan Pemerintah Daerah, sejumlah upaya juga terus digalakkan. Termasuk di kabupaten paling timur Pulau Madura, Sumenep.

Organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi yang bertanggung-jawab dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 terus bergerak berjibaku. Seperti, penyemprotan disinfektan di ruang-ruang publik, pengamanan wilayah perbatasan, penyebaran imbauan kepada masyarakat agar rajin cuci tangan, dan tindakan medis lainnya.

Nah, jika pemerintah daerah melakukan antisipasi masuknya virus corona dengan cara menyemprot cairan disinfektan, imbauan jaga jarak (physical distancing), maka yang dilakukan oleh warga di Kecamatan Ambunten ini terkesan unik. Mereka menyikapi wabah Covid-19 dengan cara tradisional (ritual).

Salah satunya adalah sebagaimana yang dilakukan warga Dusun Salegading, Desa Sogian. Setiap malam, penduduk dusun ini melakukan ritual keliling kampung, sambil membawa corong api, dan membaca doa-doa khusus tolak wabah. 

"Kita pertahankan cara nenek moyang. Selama 41 hari ke depan kita keliling kampung 3 sampai 4 kali putaran sambil membaca doa," ungkap Mujiddin, tokoh agama setempat, Senin (30/3/2020) malam.

Menurutnya, ritual tersebut merupakan warisan tradisi keagamaan yang telah turun-temurun dipercaya dapat menolak penyebaran wabah. Mujiddin menyebut virus Covid-19 ini tidak jauh beda dengan taun, atau penyakit menular dan mematikan dimana musibah ini telah sering terjadi.

"Dulu sewaktu saya masih kanak, penyakit semacam ini sudah ada. Ta'un namanya," imbuhnya.

Sebelum berangkat keliling kampung, Mujiddin bercerita, sekitar 100 tahun yang lalu, saat musibah datang, para leluhur di Dusun Salegading, dipimpin tokoh agama, kompak melakukan ritual keagamaan ini  membaca doa-doa khusus menolak segala macam musibah.

Cara itu, kata Mujiddin, selain mendekatkan diri pada sang Pencipta, juga memohon perlindungan agar dihindarkan dari segala marabahaya yang kadang datang melanda manusia tanpa diketahui sebelumnya.

Mereka percaya, bahwa semua yang ada di bumi dan di langit adalah seratus persen kuasa Allah. "Allah lah yang menciptakan semua ini. Hanya Allah yang mampu membuat sesuatu itu mudarat atau bermanfaat," ujar Mujiddin sebelum memulai perjalanan.

"Penyakit atau musibah yang datang semoga cepat diangkat oleh Allah," pungkasnya penuh harap.

Pantauan Sinergi Madura, puluhan warga berbondong-bondong berjalan mengelilingi jalan setapak dan pematang sawah di Dusun Salegading Desa Sogian Kecamatan Ambunten. Mereka tampak khusuk berjalan sambil membaca doa burdah dan doa tolak taun bersama-sama. Perjalanan dimulai sejak pukul 8 malam sampai pukul 12 malam.

Penulis: Hayat
Editor: Mazdon