Menjelang Idulfitri, Tradisi Warga Pulau Giligenting di Tempat Pemakaman Umum

Menjelang Idulfitri, Tradisi Warga Pulau Giligenting di Tempat Pemakaman Umum
Warga Aenganyar saat bergotong-royong di area TPU setempat, Minggu pagi 10 Mei 2020 (Foto/Dok. Sinergi Madura)

SIKERIS, SINERGI MADURA - Sudah menjadi tradisi, menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 Hijiriah, warga dan santri di Desa Aenganyar Kecamatan Pulau Giligenting kompak bergotong-royong membersihkan tempat pemakaman umum (TPU), Minggu (10/5/2020) pagi.


Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Abu Zairi menuturkan, kegiatan bakti sosial (Baksos) ini guna mempermudah penduduk dan para kerabat yang rutin datang berziarah ke tempat ini setiap momentum lebaran idulfitri.


"Tempat pemakaman umum ini nanti bakal ramai didatangi peziarah usai Salat Idulfitri,"  kata Abu di sela-sela saat menyabit rumput bersama warga sekitar di dalam area TPU.


"Jadi ini kami membersihkan khawatir ada binatang buas yang membahayakan, seperti ular maupun binatang yang berbisa lainnya," imbuhnya.


Dari saking lebatnya rerumputan dan semak belukar yang tumbuh di lokasi, sebagian kuburan nenek-moyang warga Pulau Giligenting nyaris tak kelihatan, tertutup rumput ilalang, pohon perdu ataupun semak-semak belukar.


Sejumlah warga dan santri tampak bekerja penuh antusias membersihkan area pemakaman. Menggunakan arit dan alat pemotong seadanya, warga dan santri tampak kompak bergotong-royong. 

Setelah kelihatan bersih dan lapang, mereka kemudian membakarnya beramai-ramai di pinggir area pemakaman. "Kalau gini kan terlihat bersih, tidak menakutkan lagi," ucap Abu kepada teman-temannya.


Abu Zairi mewakili teman-temannya yang lain menyampaikan, dirinya berharap kepada para peziarah agar tetap menaati protokol Covi-19 saat berziarah nanti.


"Di tengah pandemi Covid-19 ini, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (dari, red) Pemerintah. Jaga jarak, pakai masker saat ziarah," pesannya.


Seperti diketahui, warga Pulau Giligenting Sumenep banyak yang pergi merantau bekerja di ke luar daerah, terutama ke Ibukota Jakarta.


"Mudah-mudahan pandemi ini benar-benar berakhir, biasanya mereka nanti (menjelang Idulfitri, red) banyak yang pulang kampung. Kita tetap waspada saja, khawatir terjadi penyebaran Covid-19. Di sana kan zona merah," pungkas Abu.


Penulis: Hayat
Editor: Alan