Warga Kebunan Sumenep Laksanakan Salat Tarawih dengan Protokol Covid-19

Warga Kebunan Sumenep Laksanakan Salat Tarawih dengan Protokol Covid-19
PATUH: Tampak semua jemaah salat tarawih di Musala Al-Muttaqien Dusun Karajjan Desa Kebunan Sumenep menggunakan masker (Foto/Dok. Sinergi Madura)
Warga Kebunan Sumenep Laksanakan Salat Tarawih dengan Protokol Covid-19
Warga Kebunan Sumenep Laksanakan Salat Tarawih dengan Protokol Covid-19

SIKERIS, SINERGI MADURA - Warga Dusun Karajjan Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur tegakkan ibadah salat tarawih di Musala Al-Muttaqien dengan cara menerapkan protokol kesehatan Covid-19.


"Ya, Musalla Al-Muttaqien jemaahnya adalah masyarakat Dusun Karajjan RT 06 RW 02 Desa Kebunan. Alhamdulillah, mereka antusias salat tarawih sesuai instruksi dari pemerintah," sebut salah satu imam di Musalla Al-Muttaqien ini, Zaini kepada Sinergi Madura, Jumat (1/5/2020).


Sebelum melaksanakan salat, kata Zaini, para jemaah diharuskan mencuci tangan dan memakai masker terlebih dahulu, kemudian merenggangkan jarak shaf salat (social distancing) sekira 1 meter.


Selain itu, setiap pagi dan sore juga rutin dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di area luar dan bagian dalam Musala Al-Muttaqien.


"Kita semprot langgar ini dengan cairan disinfektan pagi dan sore, sehingga walaupun tiap malam usai salat tarawih itu ada 'tambul'-nya, seperti kue basah, sebungkus mie goreng, dan lain semacamnya, musala akan tetap bersih dan steril," ungkapnya. 

 

Pelaksanaan salat tarawih dengan protokol kesehatan Covid-19 dan suguhan kue itu, lanjut Zaini, merupakan inisiatif atau sukarela dari masyarakat Dusun Karajjan sendiri. Dimotori oleh ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat, H. Safiuddin. 

Zaini (kiri) bersama H. Safiuddin (kanan) saat menyiapkan penyemprotan disinfektan di Musala Al-Muttaqien (Foto/Dok. Sinergi Madura)


"Kendati langgar ini skalanya kecil, tapi ketua RT dan pengurus langgar di sini tetap antusias, termasuk saya bersama masyarakat, tetap berusaha untuk mematuhi protokol kesehatan Covid," sebutnya.


"Walau seandainya disidak setiap malam pun saya berani," imbuhnya tegas.


Namun demikian, sambung Zaini, belum tampak tindakan atau monitoring dari pemerintah setempat terkait musala maupun masjid yang melaksanakan ibadah salat tarawih dengan tidak menerapkan protokol Covid-19.


"Kan masyarakat sudah antusias untuk mematuhi peraturan pemerintah, namun dari pemerintah sendiri harus ada timbal balik. Paling tidak kroscek langsung ke bawah, tampakkan kepeduliannya kepada masyarakat," tandasnya.


Penulis: Hayat
Editor: Alan